Nama : Annisa Nur Rabbani
TTL : Jakarta, 30 Juni 1994
Alamat : Jln. Hj. Mawi 99, Amsar Rt. 01/01 No.99, Desa Bj. Indah
Hobi : Mendengarkan musik dan membaca komik
Cita – cita : Ingin menjadi dokter spesialis anak
Pesan : Janganlah kamu menyianyiakan kesempatan, karena kesempatan tidak datang dua kali
Aku dilahirkan pada tanggal 30 juni 1994, aku adalah anak ke-5 dari enam bersaudara. Kisah hidupku pada waktu kecil amat bahagia bersama kedua orang tuaku dan juga saudara-saudaraku. Aku merasa dimanja oleh ayahku.
Ayahku adalah seorang guru SMA N 18 di Cipulir kebayoran lama Jakarta selatan. Setiap pagi ayahku berangkat mengajar dan pulang pada malam hari, karena tempat mengajar ayahku cukup jauh. Setiap ayahku pulang aku sudah tidur.
Pada hari senin, tanggal 20 Juni 1998 ayahku pergi mengajar, aku bersalaman dan mengantar ayahku sampai kehalaman rumahku, ayahku melambaikan tangannya dan aku berteriak sambil memesan sesuatu kepad ayahku. Pada malam harinya ayahku pulang sambil membawa oleh-oleh untuk keluargaku.
Pada malam hari aku terbangun dari tidurku, aku melihat Ibuku sedang sibuk menghadapi ayahku yang sedang sakit, ayahku mempunyai penyakit asma. Pada malam itu penyakit ayahku kumat. Ibuku pergi keluar rumah untuk membangunkan tetangga, mencari kendaraan untuk membawa kerumah sakit, aku mengikuti Ibuku dari belakang.
Pada malam itu tetanggaku berdatangan, ketika aku dan Ibuku masuk kedalam rumah dan menemui ayahku dikamar, ayahku diam saja sambil duduk menghadapi adikku yang masih bayi yang berusia 46 hari. Ibuku memeluk ayahku sambil memanggil-manggil ayahku, lalu tetanngaku berdatangan dan membawa keruang tengah. Ketika urat nadi tangan ayahku dipegang, ayahku sudah meninggal dunia. Pada usia 4 tahun aku sudah tidak mempunyai ayah, kini Ibuku menghidupi anak-anaknya sebanyak 6 orang. Dan aku hidup disebuah rumah yang keadaannya serba kekurangan, tetapi Ibuku selalu mengajarkam anaknya untuk tidak mengeluh dan selalu bersyukur.
Kini aku bersekolah di SMK Sirajul Fallah dan kelas XI SMK Jurusan Perkantoran (AP).
—————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
Nama : NAHJIL
TTL : Bogor, 29 Februari 1992
Alamat : Kp.Cibogo Pulo
Hobi : Bermain Bola dan Membaca
Cita-cita : Guru
Kelas : XI PM ( Pemasaran )
Alamat Sekolah : Kp.Bojong Sempu
Saya dan keluarga tinggal di sebuah rumah yang keadaannya hanya sederhana yang serba kekurangan.Ayah saya hanya seorang buruh yang penghasilannya tidak menentu,terkadang dapat Rp 35.000,- dan terkadang lebih dari itu juga tidak sering kurang dari itu.
Tetapi dengan keadaan keluarga saya yang seperti ini saya tidak berkecil hati . Untuk mengubah hidup saya yang serba kekurangan dan saya akan berjuang untuk bisa menjadi orang yang sukses.
Mungkin hanya ini serita yang dapat saya bagi tentang kehidupan saya,mudah-mudahan cita-cita saya dapat tercapai dan saya bisa menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara.
—————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
Nama : MUHTAR
TTL : Bogor, 4 Maret 1992
Di desa yang indah inilah saya dibesarkan oleh kedua orang tuaku. Bapak saya bernama Muhamad dan ibu saya bernama Saanah. Saya memiliki tujuh saudara. Enam saudara laki-laki dan satu orang saudara perempuan. Kakak pertama saya bernama Mustapa dan saudara perempuan satu-satunya yang bernama Ika Kartika yang berusia 10 tahun dan duduk dikelas V SD.
Perjalanan hidup saya penuh dengan masalah yang terus menerjang. Tapi, saya yakin dibalik masalah yang saya hadapi ada jalan keluarnya. Pada tahun 1999 saya mulai masuk sekolah pada usia 7 tahun di SDN Kamulyan. Selama saya menjalaninya, saya belum pernah dibelikan peralatan sekolah seperti tas, sepatu, dan seragam sekolah. Karena kedua orang tua tidak memperhatikan saya. Dari situlah saya berpikir bahwa saya harus mandiri memiliki orang tua seperti petani yang berpindah-pindah tempat lahan taninya. Setiap 3 bulan sekali saya bersama orang tua memanen hasil bercocok tanam lalu dijual untuk menghidupi saya beserta keluarga. Waktu terus berjalan . banyak orang yang tidak suka kepada orang tua saya, karena hasil taninya selalu lebih baik . padahal itu semua hasilnya tidak dinikmati oleh keluargaku saja, pasti setiap kali panen ibuku selalu memberi sedikit hasil panennya. Orang yang tidak suka tersebut mengadukan kepada yang punya lahan, entah apa yang diadukan. Yang pasti orang tuaku tiba-tiba dilarang bercocok tanam lagi dilahannya.
Padahal, dulu tidak seperti itu, karena orang tuaku bingung.. bapak saya pindah pekerjaan menjadi berjualan kantung semen, yang telah dikumpulkan dan dibuat karung beras untuk dijual di pasar. Memang dulu beliau pernah berjualan kantung beras tetapi berhenti karena anak kedua, yaitu kakak saya menjadi stress dan meninggalkan rumah. Pada waktu kedua orangtuaku maju dalam usaha kantung berasnya, . kaka keduaku meniggalkan rumah dalam keadaan stress selama 13 tahun. Dari tahun ketahun, ibu selalu menunggu untuk pulang kerumah dan selalu menangis setiap malam. Apalagi ketika hujan turun. Pada tahun 2009 kakakku ditemukan, setahun dirumah tidak disangka pada bulan januari 2010 kakakku berpulang ke Rahmatullah. Saya sebagai adik sangat sedih karena saya tidak bisa berada disampingnya. Waktu itu saya sedang belajar di sekolah. Tidak hanya itu, pada saat bapakku mulai usaha kantung lagi, bapak kecelakaan jatuh dari sepeda menabrak pembatas jembatan dan jatuh ke sungai kakinya terbentur batu hingga patah. Tapi saya harus menerima itu semua mungkin Allah SWT sedang menguji keluarga saya.
Saya bersekolah dimulai dari SDN Kamulyan selama 6 tahun dan melanjutkan sekolah di SMP swasta di Putat Nutug selama 3 tahun. Pada waktu SMP banyak kenangan yang sulit dilupakan, saya ingat ketika saya berangkat atau pulang sekolah saya sendiri sering pulang dengan berjalan kaki, karena bila naik kendaraan umum saya jarang diberi uang saku. Pulang menyusuri perkampungan, persawahan… itulah yang saya lewati setiap harinya. Apalagi ketika melintasi SMAN Ciseeng yang masih menumpang di SMP. Saya berpikir saya pasti bisa masuk SMA Negeri. Dan Allah mendengar apa yang saya inginkan. Tahun 2008 saya diterima sebagai siswa SMAN Ciseeng. Bagi saya , ini semua berkat Allah SWT . saya yakin Allah tidak akan membiarkan umatNya, ketika UmatNya meminta dengan sungguh-sungguh, pasti akan dikabulakan..
Allah SWT sangat adil kepada umatNya karena manusia diberikan kemampuan . saya menyadari bahwa kemampuan saya yaitu bisa mengajarkan anak-anak kecil dari yang tidak bisa membaca dan menulis, sekarang bisa menulis dan membaca. Semua tidak hanya ada kelebihan atau kemampuan ada juga kelemahan atau kekurangannya. Kelemahan saya yaitu ketika ada orang yang memfitnah atau mengejek keluarga saya. Banyak orang yang berada dilingkungan tempat tinggal saya yang tidak suka melihat saya bersekolah, karena saya sering mendengar orang berkata kepada saya bahwa saya tidak akan bisa bersekolah tinggi karena saya tidak punya biaya dan tidak mampu. Selain itu, teman-temanpun menjauh karena saya tidak mau meniru tingklah laku mereka. Seperti saya dipaksa merokok, tawuran dan membolos sekolah tapi saya menolak. Teman-teman sering berkata bahwa saya kurang pergaulan. Saya menerimanya dengan ikhlas.
Kenangan yang paling berkesan pada bulan Ramadhan kira-kira tahun yang lalu. Saya bertemu dengan seorang pedagang yang berjualan dengan menggendong dagangannya. Di sebuah masjid Jami Al Hikmah orang itu berhenti sejenak untuk shalat Isya. Setelah itu saya bercakap-cakap mendengarkan pengalamannnya. Yang saya masih ingat sampai hari ini yaitu mengatakan kepada saya agar mempunyai cita-cita. Bahwa orang akan sukses dengan sebuah cita-cita dan jangan sampai tidak mempunyai cita-cita. Dulu saya bingung, bagaimana bisa? Tapi saya sekarang bisa memahami apa tujuan orang mempunyai cita-cita dan apa juga manfaat dari cita-cita.
Kenangan terpahit yang saya alami yaitu saya belum bisa membahagiakan kedua orang tua, yang ada saya selalu merepotkannya. Kemudian saya belum bisa mengajak teman-teman kembali ke jalan yang lurus, yaitu mengajak beribadah menuntut ilmunya Allah. Selain itu, saya ditinggal pergi oleh kedua teman saya yang telah meninggal terlebih dahulu pada usia yang masih remaja.
Kenangan termanis yang saya alami adalah ketika berada disamping ibu yang terbaring sakit. Saya selalu membantu ibu untuk memberi obat dan menyuapi makan sampai kembali sembuh dan bisa tersenyum bahagia.
Saya selalu berharap hari esok nanti cita-citaku dikabulkan oleh Maha Pencipta, yaitu Allah SWT. Cita-citaku setelah lulus SMA ingin masuk Perguruan Tinggi Negeeri, menjadi pengusaha sukses yang tidak sombong dan ingin bahagia dunia dan akhirat. Tidak hanya itu, saya juga ingin membantu saudara-saudara muslim yang terkena musibah dimanapun itu berada. Untuk mewujudkan cita-cita saya saya berusaha agar cita-citaku terwujud dengan cara belajar mulai dari sekarang. Dan saya juga mencari pengetahuan tentang dunia kerja, dan lebih giat untuk mempelajari cita-cita saya sekarang. Setelah berusaha saya harus berdoa meminta petunjuk dari Allah SWT . karena hanya Dialah yang bisa mengatur segalanya.
Banyak halangan dan rintangan yang harus saya lewati, terutama saya harus melawan rasa malas saya dalam belajar, bermain-bermain dalam hidup, pergaulan yang bisa menghancurkan cita-cita, menunda-nunda dalam kegiatan apapun itu, tidak mau melawan masalah dan emosi yang berlebihan.
Ketika nyawa saya diambil, yang saya harapkan, saya ingin kembali kehadapan Allah SWT dalam keadaan bersih (khusnul khotimah membawa iman dan islam) dan juga ingin diberi syafaat Rasulullah SAW, dan ditempatkan di surga Allah SWT. Bagi orang-orang yang saya tinggalkan saya ingin mengikhlaskan kepergian saya dan selalu mendoakan saya.
Oia, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Mahasiswa STSN. Yaitu abag-abang dan teteh-teteh yang telah membantu saya dan teman-teman saya sampai bisa sekolah lagi.
